The Eagles Flies Alone

Implementasi SMM UII (2) :Kebijakan Mutu dan Peran Pimpinan

May 10th, 2009 No comments

tulisan ini sambungan dari tulisan sebelumnya,

PERANAN SMM BAGI UII

Kebanyakan organisasi bisnis menggunakan Sistem Manajemen Mutu karena menginginkan adanya perbaikan kinerja sehingga dapat mencapai efisien dan efektif dalam mengelola organisasinya. Di sisi lain kebutuhan dan harapan pelanggan berubah, tekanan pesaing dan kemajuan tehnik, organisasi didorong untuk selalu memperbaiki produk dan prosesnya. Argumen ini , juga tidak jauh berbeda dengan UII dalam menerapkan SMM. Selain argumen tersebut, penerapan SMM  di UII juga diarahkan untuk membantu meningkatkan kepuasan pelanggan (pengguna jasa layanannya).  Pengguna jasa menghendaki layanan dengan karateristik yang memuaskan kebutuhan dan harapan mereka. Kebutuhan dan harapan mereka ini dinyatakan dalam spesifikasi produk dan bersama-sama dinamakan persyaratan pelanggan. Read more...

Categories: Manajemen Mutu Tags:

Implementasi SMM UII (1) : Dasar Budaya Mutu

May 10th, 2009 No comments

PENDAHULUAN

Sistem Manajemen Mutu, jika diuraikan terdiri dari sistem, manajemen dan mutu. Sistem artinya suatu himpunan dari sub sistem yang terintegrasi dalam membentuk sebuah sistem. Sub sistem dapat berupa struktur organisasi, wewenang dan tanggungjawab, prosedur-prosedur, proses-proses dan sumber daya baik berupa orang maupun sarana dan prasarana. Manajemen, artinya orang-orang yang menduduki suatu jabatan struktur organisasi dan mempunyai kewajiban untuk mengelola organisasi. Mutu, tidaklah identik dengan hal yang mewah dan cenderung membutuhkan biaya yang mahal. Makna mutu terbebas dari opini subyektif dan terukur, definisi mutu lebih mengacu pada "memenuhi persyaratan atau kebutuhan dari pengguna". Inilah pengertian mutu yang harus dipahami oleh setiap orang. Artinya, bahasa mutu hanya satu yaitu memenuhi persyaratan atau kebutuhan pengguna yang telah ditentukan. Read more...

Akreditasi BAN-PT Vs Sertifikasi ISO 9001:2000

May 10th, 2009 No comments

Jika sebuah Perguruan Tinggi yang mendapat hasil akreditasinya "A", maka secara logika penalaran selayaknya mendapat Sertifikasi ISO 9001:2000. Namun, kenyataannya tidak demikian, atau sebaliknya dapat sertifikasi ISO 9001:2000 tetapi akreditasinya rendah. Adakah yang salah? Jawabnya ya. Berarti Perguruan Tinggi tersebut menggunakan standar ganda. Jika sumber datanya sama untuk keperluan yang berbeda maka tidak selayaknya menghasilkan hasil bertentangan. Seharusnya menghasilkan keselarasan atau hubungan akreditasi dan sertifikasi adalah berkorelasi positif, bukan negatif. Jika hasilnya bertentangan berarti data yang digunakan bersumber dari data yang berbeda. Read more...

Audit Mutu Internal (3): AMI-KA Multi Purpose

April 4th, 2009 No comments

Audit Mutu Internal. Proses Audit Mutu Internal secara umum digunakan untuk  menyediakan dan memperoleh bukti objektif bahwa persyaratan klausul-klausul ISO 9001:200 yang ada telah dipenuhi, karena Audit Mutu Internal menilai keefektifan dan efisiensi imple-mentasi SMM ISO 9001:2000 Perguruan Tinggi. Audit Mutu Internal Kinerja Akademik (AMI-KA) sebenarnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Audit Mutu Internal. Agar hasil audit mutu internal ini lebih memfokuskan dan memudahkan dalam menindaklanjuti hasil-hasil temuan audit, maka Audit Mutu Internal dikelompokan menjadi 2 (dua) yaitu Audit Mutu Internal Kinerja Akademik (AMI-KA) dan Audit Mutu Internal Kinerja Unit (AMI-KU). Read more...

Audit Mutu Internal (2): Sasaran Audit Mutu Internal Perguruan Tinggi

March 28th, 2009 No comments

Audit mutu internal merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh Perguruan Tinggi sebagai  bentuk refleksi evaluasi diri yang dilakukan oleh institusi itu sendiri. Audit Mutu Internal ini dimaksudkan untuk meninjau tingkat kesesuaian dan efektifitas penerapan SMM yang telah ditetapkan dan menjadi dasar arah strategi dan sasaran mutu Perguruan Tinggi yang ingin dicapai dan tertuang dalam Manual Mutu. Pimpinan Perguruan Tinggi (Rektor) hendaknya memastikan penetapan proses audit internal berjalan dengan efektif dan efisien untuk mengakses kekuatan dan kelemahan SMM. Read more...

AMI Kinerja Unit -Devisi Umum dan Keuangan

March 17th, 2009 No comments

Audit Mutu Internal Kinerja Unit (AMI-KU) merupakan audit mutu internal yang ditujukan untuk mengukur kinerja dari unit devisi tertentu. Salah satu tujuan dari AMI-KU yaitu tentang kelengkapan perangkat sistem mutu. Penataan dokumen mutu yang rapi akan membantu kemudahan mencari dokumen yang diperlukan. Pada AMI-KU di Devisi Umum dan Keuangan ini, telah terjadi Continual Improvement yaitu digunakan sistem pencarian dokumen yang telah terintegrasi dengan menggu-nakan program excel. Read more...

Manajemen SDM-Dosen dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi

March 15th, 2009 Comments off

Dalam klausul 6.1, IWA 2:2007- ISO 9001:2000, Pimpinan Perguruan Tinggi, berkewajiban untuk mengelola sumberdaya manusia yang dibutuhkan untuk mengimplementasi sistem manajemen mutu agar dapat efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pimpinan perguruan tinggi bertanggungjawab terhadap pengelolaannya karena dosen memiliki peran yang sangat strategis dan penompang utama dalam meningkatkan mutu pendidikkan di perguruan tingginya.

Categories: Manajemen Mutu Tags:

Budaya "Wirausaha" Dosen

March 15th, 2009 No comments

Di era pasar bebas yang ditandai oleh sifat ketidakpastian yang tinggi dan paradoksial, kekuatan utama kehidupan perguruan tinggi terletak pada kekuatan sumber daya dosen. Peran dosen berada dalam posisi yang paling strategis. Upaya pembenahan kurikulum, perbaikan prasarana dan sarana, manajemen perguruan tinggi merupakan hal penting, namun tanpa adanya dosen yang bermutu dan sejahtera, semuanya itu menjadi kurang bermakna. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi mutu pendidikan tinggi adalah dosen yang bermutu.

Categories: Budaya Mutu Tags:

Indikator Keberhasilan Implementasi SMM di Perguruan Tinggi

March 9th, 2009 No comments

Salah satu ukuran keberhasilan implementasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) di Perguruan Tinggi (PT), digunakannya fakta dan data sebagai dasar pengambilan keputusan ditingkat pimpinan puncak. Pada umumnya data dan fakta PT sebelum mengimplementasikan SMM kurang lengkap sehingga menyulitkan untuk mengukur keberhasilannya. Sudah menjadi fenomena umum banyak aktivitas yang telah dilakukan oleh PT, hanya sekedar melakukan. Kadang tidak terpikirkan bahwa segala aktivitas yang telah dilakukan itu juga perlu direkam apakah dalam bentuk pelaporan aktivitasnya itu sendiri dan juga produk yang dihasilkan dari aktivitas tersebut. Read more...

Categories: Manajemen Mutu Tags: