Archive

Archive for the ‘Budaya Mutu’ Category

ISO 9004 : Continual Improvement yang terlupakan?

June 22nd, 2009 No comments

Banyak sekarang, perguruan tinggi mengejar dan ingin menjadi "world class university". Persyaratan menjadi "world class university" pun tidak sulit yang penting perguruan tinggi tersebut memiliki sertifikasi standar Internasional.   Salah satunya, sertifikasi ISO 9001:2008. Untuk meraih sertifikasi ISO ini pun tidak sulit karena hanya membutuhkan 4-6 bulan saja, sertifikasi pun dapat diraih. Ada tiga tahap untuk mendapatkan sertifikat ISO (International Standard Organization) 9001:2000 yakni; pra sertifikasi, sertifikasi dan pasca sertifikasi. Prosesnya berawal dari mendaftarkan diri pada badan sertifikasi ISO 9001:2008. Badan Sertifikasi ISO akan melakukan audit (pra sertifikasi). Hasil audit ini digunakan untuk menentukan scope dan lingkup bidang yang akan disertifikasi. Read more...

Categories: Budaya Mutu Tags:

Implementasi SMM UII (1) : Dasar Budaya Mutu

May 10th, 2009 No comments

PENDAHULUAN

Sistem Manajemen Mutu, jika diuraikan terdiri dari sistem, manajemen dan mutu. Sistem artinya suatu himpunan dari sub sistem yang terintegrasi dalam membentuk sebuah sistem. Sub sistem dapat berupa struktur organisasi, wewenang dan tanggungjawab, prosedur-prosedur, proses-proses dan sumber daya baik berupa orang maupun sarana dan prasarana. Manajemen, artinya orang-orang yang menduduki suatu jabatan struktur organisasi dan mempunyai kewajiban untuk mengelola organisasi. Mutu, tidaklah identik dengan hal yang mewah dan cenderung membutuhkan biaya yang mahal. Makna mutu terbebas dari opini subyektif dan terukur, definisi mutu lebih mengacu pada "memenuhi persyaratan atau kebutuhan dari pengguna". Inilah pengertian mutu yang harus dipahami oleh setiap orang. Artinya, bahasa mutu hanya satu yaitu memenuhi persyaratan atau kebutuhan pengguna yang telah ditentukan. Read more...

Budaya "Wirausaha" Dosen

March 15th, 2009 No comments

Di era pasar bebas yang ditandai oleh sifat ketidakpastian yang tinggi dan paradoksial, kekuatan utama kehidupan perguruan tinggi terletak pada kekuatan sumber daya dosen. Peran dosen berada dalam posisi yang paling strategis. Upaya pembenahan kurikulum, perbaikan prasarana dan sarana, manajemen perguruan tinggi merupakan hal penting, namun tanpa adanya dosen yang bermutu dan sejahtera, semuanya itu menjadi kurang bermakna. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi mutu pendidikan tinggi adalah dosen yang bermutu.

Categories: Budaya Mutu Tags:

Strategi Membangun Budaya Mutu di Perguruan Tinggi

January 15th, 2009 Comments off

Tulisan ini diilhami oleh sebuah cerita tentang pengembangan sistem manajemen mutu yang terjadi diperusahaan-perusahaan di luar negeri khususnya, di Amerika. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Perusahaan tersebut dalam mengembangkan sistem manajemen mutunya, mungkin dapat diterapkan bagi Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia.  Bagi PT yang sedang mengembangkan sistem manajemen, dan tertarik ingin menerapkan manajemen mutu atau ingin meningkatkan  budaya mutu, maka salah satu pendekatan yang dapat dilakukan melalui pendekatan  konsep TQM (Total Quality Management), atau dikenal dengan konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action) . Namun pengalaman menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu di Perguruan Tinggi perlu melakukan  sebuah persiapan yang matang terlebih dulu, sebelum terjun ber"mutu"ria. Read more...

Guidance on cultural aspects of auditing

January 12th, 2009 No comments

Introduction

During the course of their career, auditors may be required to audit organizations with vastly different internal “corporate” cultures, and in varying ethnic, social, economic, political, or religious cultures.It is important for auditors to be sensitive to these cultural issues in order to avoid possible conflict, but at the same time remain impartial in carrying out the audit and achieve the objectives of the audit.

Auditors also need to be able to express themselves in terms that will be understood, especially where language is an issue. It is important to remember that it is the auditors’ responsibility to adjust to the auditee’s language skills and that a lack of language skills by auditees should not prejudice the audit outcome. Also, there may be different cultural and language aspects in separate parts of an organization, for example in multinational corporations. Read more...

Seteguk Air di Padang Pasir

January 3rd, 2009 No comments

Antara ada dan tiada. Sama saja. Apalah artinya jika sesorang antara ada dan tiada. Keberadaannya tidak diakui. Ada tidak ada yang peduli. Tidak ada, tidak ada yang mencari. Penghargaan dan pengakuan terhadap individu itu sangat penting. Karena hal ini akan menumbuhkan movitasi tersendiri bagi individu tersebut. Dalam sistem manajemen mutu aspek penghargaan ini sangat penting dan merupakan hal yang sangat krusial. Hal ini merupakan faktor pendorong bagi individu untuk mengimplementasikan ISO 9000. Apalagi ketika awal tahap pengimplementasian ISO 9000 merupakan tahap yang paling berat,  resistensi pelaku-pelaku organisasi baik dosen, karyawan, ketua prodi, dekan, rektor dan pejabat struktural lainnya kadang membuat frustasi dan putus asa. Untuk dapat menggerakkan kembali maka perlu motivasi.

Read more...