Home > Audit Mutu Internal > "Mamputelusur Sang Auditor"

"Mamputelusur Sang Auditor"

Audit mutu internal dalam sistem manajemen mutu organisasi pendidikan tinggi merupakan bagian dari proses sistem penjaminan mutu pendidikan atau perguruan tinggi. Audit mutu internal merupakan proses audit  untuk memperoleh bukti yang cukup sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai keefektifan dan keefisienan dari sistem manajemen mutu yang diimplementasikan. Untuk memeproleh bukti yang cukup ini bukan suatu yang mudah. Banyaknya dokumen yang disodorkan oleh auditee tidak menjamin kecukupan bukti yang diperlukan oleh auditor. Untuk memperoleh bukti audit yang cukup maka kemampuan telusur auditor ini diuji. Karena dengan kemampuan telusur yang handal seorang auditor tidak akan pernah kehilangan arah tujuan semula auditnya.

Untuk memperoleh bukti yang cukup, auditor akan mengaudit dari berbagai sisi sehingga interaksi dari sebuah proses baik yang partial maupun terintegrasi akan tetap dapat tertelusur buktinya. Terincinya dan banyaknya dokumen yang disediakan oleh auditee tidak menjamin bahwa serangkaian proses kegiatan tersebut dilaksanakan. Tak jarang dokumen bukti itu dibuat tersebut tidak menunjukkan rekaman aktivitas sebenarnya. Di sini, dokumen bukti ini "aspal" asli tapi palsu. Asli memang dokumen ini tapi palsu karena dibuat bukan didasarkan aktivitas yang sebenarnya dilakukan. Atau dokumen ini dibuat agar sesuai dengan manual mutu atau prosedur mutu. Dokumen bukti yang demikian ini sifatnya hanya untuk memenuhi criteria penerimaan audit saja. Agar dipandang bahwa sistem manajemen mutu telah berjalan dengan baik. Dokumen bukti yang demikian ini disebut dokumen "semu".

Kemampuan telusur auditor ini, sangat terbantu jika auditor mampu menidentifikasi dan memahami proses aktivitas yang dilakukan oleh auditee. Pemetaan prose's terhadap aktivitas audite dengan cepat harus dikuasai oleh auditor sehingga memudahkan dalam mengidentifikasi input, proses dan output yang terkandung dalam aktivitas tersebut mudah dikenali. Dengan melakukan wawancara dan observasi, seorang auditor akan mampu menemukan informasi dari auditee. Penjelasan dari auditee ini bagi auditor merupakan informasi timbal-balik dari auditee. Informasi ini juga membantu auditor untuk memahami hubungan antara proses satu dengan lainnya. Diharapkan dengan peta proses aktivitas ini auditor tidak kehilangan pandangan yang menyeluruh aktivitas yang dilakukan oleh auditee.

Kemampuan auditor mengkaitkan aktivitas satu dengan aktivitas lain, memudahkan auditor untuk memperoleh dokumen bukti yang cukup dan sesuai dengan kriteria penerimaan audit. Bila mengauditnya menggunakan sampel maka auditor dapat menentukan sample dengan mudah, cepat dan tepat karena sampelnya telah mewakili dari seluruh proses aktivtas yang telah dilakukan oleh auditee. Dengan langkah demikian diharapkan auditor dalam memperoleh bukti yang cukup untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu memang telah diimplementasikan dengan baik. Baik penjelasan auditee maupun dokumen bukti yang ditemukan adalah cerminan atau diskripsi yang memadai dari sistem manajemen mutu yang diterapkan.

Reference:

"Linking an audit of a particular task, activity or process to the overall system",www.iso.org. tanggal 12 Januari 2009

 

 

 

 

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
You must be logged in to post a comment.