Archive

Archive for January 15th, 2009

Strategi Membangun Budaya Mutu di Perguruan Tinggi

January 15th, 2009 Comments off

Tulisan ini diilhami oleh sebuah cerita tentang pengembangan sistem manajemen mutu yang terjadi diperusahaan-perusahaan di luar negeri khususnya, di Amerika. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Perusahaan tersebut dalam mengembangkan sistem manajemen mutunya, mungkin dapat diterapkan bagi Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia.  Bagi PT yang sedang mengembangkan sistem manajemen, dan tertarik ingin menerapkan manajemen mutu atau ingin meningkatkan  budaya mutu, maka salah satu pendekatan yang dapat dilakukan melalui pendekatan  konsep TQM (Total Quality Management), atau dikenal dengan konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action) . Namun pengalaman menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu di Perguruan Tinggi perlu melakukan  sebuah persiapan yang matang terlebih dulu, sebelum terjun ber"mutu"ria. Read more...

Audit Mutu Internal (1) : Dasar-dasar Audit

January 15th, 2009 No comments

A. PENGERTIAN AUDIT MUTU

Pengertian audit mutu dapat dijumpai dalam Panduan Audit Sitem Manajemen Mutu SNI 19-19011-2002. Dalam panduan tersebut, audit mutu didefinisikan sebagai proses sistematik, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sampai sejauhmana kriteria audit dipenuhi (BSN, 2002).  Audit Sistem Mutu biasanya dilakukan untuk menentukan tingkat kesesuaian aktivitas organisasi terhadap standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 yang telah ditentukan serta efektivitas dari penerapan system tersebut. Read more...

Pendekatan Total Quality Management dalam Audit Mutu Internal di Perguruan Tinggi

January 15th, 2009 No comments

Tujuan utama Audit Mutu Internal (AMI) ISO  9001: 2000 (lihat pasal 8.2.2), adalah mengukur efektivitas sistem manajemen mutu organisasi. Sayangnya dalam menerapkan pasal AMI tersebut sangat tidak efektif, bahkan di banyak organisasi pelaksanaan AMI terkesan menjadi salah satu beban utama dalam penerapan dan pemeliharaan ISO 9001:2000 (Ng Tzil Siok, 2002). Tidak terkecuali di Perguruan Tinggi. Read more...

Orchrestra Approach Model Manajemen Perguruan Tinggi

January 15th, 2009 No comments

Latar Belakang 

Organisasi merupakan sistem yang terbuka yang dapat dipengaruhi tapi juga dapat dipengaruhi oleh lingkungannya. Sedangkan lingkungan itu sendiri merupakan sistem yang dinamis. Untuk dapat sukses dalam lingkungan yang senantiasa berubah ini, maka organisasi haruslah tanggap terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, dapat membaca trend-trend penting dan dapat melakukan penyesuaian secara cepat. Read more...

Categories: Manajemen Mutu Tags:

Mengapa Mengimplementasikan ISO 9001:2000 ?

January 15th, 2009 No comments

Latar Belakang 

PENERAPAN sistem manajemen mutu ISO 9000 saat ini telah mencakup berbagai bidang yang sangat luas, tidak terbatas pada sektor industri manufaktur. Dari sektorjasa perbankan, asuransi, pendidikan, perhotelan, telekomunikasi, transportasi, bisnis teknologi informasi, sampai industri petrokimia. Pesatnya perkembangan jumlah perusahaan yang menerapkan ISO di dunia itu tidak terlepas dari perkembangan lingkungan strategis,khususnya perubahan tuntutan dan perilaku konsumen.  Secara terperinci perubahan tersebut dikelompokkan menjadi: Read more...

Categories: Manajemen Mutu Tags:

Auditing Continual Improvement

January 15th, 2009 No comments

Artikel ini diunduh dari www.iso.org tanggal 12 Januari 2009. Artikel ini sengaja kami sajikan sebagai mana apa adanya, dengan maksud ikut menyebarluaskan informasi tentang manajemen mutu yang berbasis ISO 9000.

How much improvement is “enough”?

 It should be emphasised that the requirement in ISO 9001:2000 is for continual improvement of the effectiveness of the QMS. Continual improvement emanates from the objectives set by top management, which should (at least) address: the improvement of internal efficiency (for the organization to remain economically competitive), individual customer needs, and the level of performance that the market normally expects. For example, in the aeronautical sector, the “acceptable rate” of non-conforming delivered product is zero percent, so it would not be useful for the organization to set objectives for an “improvement“ in this rate. However, it would be useful for the organization to have objectives aimed in improving its internal efficiency and its competitiveness (e.g. through innovation). Read more...

Quality Plan Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 di Perguruan Tinggi

January 15th, 2009 Comments off

Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 di Perguruan Tinggi perlu direncanakan dengan baik karena kegiatan ini merupakan suatu investasi yang sangat besar baik dari sisi pendanaan maupun dari sisi waktu. Rencana yang baik adalah kunci kesuksesan pelaksanaan. Rencana merupakan jembatan penghubung masa kini dan masa depan atau posisi saat ini dengan posisi yang akan datang yang diharapkan. Melalui perencanaan, manajemen mengkoordinasikan strategi-strategi dan upaya-upaya, mempersiapkan perubahan dan mengelola perkembangan agar memudahkan dan memperlancar implementasi dari sistem manajemen mutu ISO 9001:2000. Perencanaan yang baik merupakan seni membuat hal yang sulit menjadi sederhana sehingga memudahkan untuk mewujud-kan segala sesuatunya menjadi mungkin dilaksanakan, mungkin diujudkan dan mungkin dicapai. Berikut ini langkah-langkah perencanaan implementasi SMM ISO 9001:2000 : Read more...

Categories: Manajemen Mutu Tags: