Home > Budaya Mutu > Seteguk Air di Padang Pasir

Seteguk Air di Padang Pasir

Antara ada dan tiada. Sama saja. Apalah artinya jika sesorang antara ada dan tiada. Keberadaannya tidak diakui. Ada tidak ada yang peduli. Tidak ada, tidak ada yang mencari. Penghargaan dan pengakuan terhadap individu itu sangat penting. Karena hal ini akan menumbuhkan movitasi tersendiri bagi individu tersebut. Dalam sistem manajemen mutu aspek penghargaan ini sangat penting dan merupakan hal yang sangat krusial. Hal ini merupakan faktor pendorong bagi individu untuk mengimplementasikan ISO 9000. Apalagi ketika awal tahap pengimplementasian ISO 9000 merupakan tahap yang paling berat,  resistensi pelaku-pelaku organisasi baik dosen, karyawan, ketua prodi, dekan, rektor dan pejabat struktural lainnya kadang membuat frustasi dan putus asa. Untuk dapat menggerakkan kembali maka perlu motivasi.

Pada hakekatnya pengakuan aktualisasi diri merupakan kebutuhan manusia. Pengakuan akutalisasi diri akan memotovasi manusia untuk mengejar prestasinya. Manusia tanpa motovasi, bagaikan kayu mati yang tidak tumbuh dan tidak dapat bergerak. Dalam mengimplementasikan sistem manajemen mutu ISO 9000, tanpa sentuhan motivasi bagaikan mobil tanpa bensin. Macet. Bagai tanaman yang tidak disiram air. Mengering dan layu. Tidak akan bergerak. Manusia akan bergerak jika ada motivasi dalam dirinya. Motivasi ini bersumber dalam diri manusia, bisa dibedakan jadi 2 (dua): motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik dalam diri manusia bersumber dari sistem nilai atau idealisme. Motivasi ekstrinsik bersumber dari  penghargaan dan sanksi.

Dalam konteks sistem manajemen mutu, idealisme merupakan barang langka. Idealiseme dan sistem nilai biasanya telah tercermin dalam visi-misi organisasi. Namun, kadang sulit untuk dipahami. Visi dan Misi kadang lebih merupakan "bahasa langit" sulit dimengerti dan dipahami dalam jangka pendek.  Oleh karena itu faktor eksternal atau faktor dari luar sebagai pendorong masih diperlukan. Banyak cara yang bisa digunakan  sebagai wadah untuk mengapprisiasikan atau menghargai para pelaku sistem manajemen mutu. Misalnya, dalam diesnatalis, rapat-rapat akhir tahun, rapat koordinator rencana kerja dan lain sebagainya. Wadah ini digunakan untuk memberi penghargaan kepada para personil anggota organisasi perguruan tinggi yang telah berprestrasi dalam rangka mendukung pencapaian sasaran mutu organisasi.

Dengan demikian, mau tidak mau, suka tidak suka, organisasi perguruan tinggi tidak bisa menghindari dari permasalahan pemberian motivasi. Berikanlah apa yang pantas diberikan kepada personil-personil anggota perguruan tinggi yang telah berbuat terbaik untuk perguruan tingginya. Penghargaan bagai seteguk air di padang pasir, yang memberi motivasi seseorang untuk maju.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
You must be logged in to post a comment.