Home > Manajemen Mutu > Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (1): Unsur-unsur Pembentuknya

Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (1): Unsur-unsur Pembentuknya

Banyak Perguruan Tinggi mendirikan unit jaminan mutu dengan berbagai macam nama. Ada Lembaga Penjaminan Mutu, Unit Penjaminan Mutu, Kantor Penjaminan Mutu, dan  ada pula Badan Penjaminan Mutu. Unit ini harus ada di Perguruan Tinggi, karena memang tuntutan dari DIKTI. Setiap perguruan tinggi wajib memiliki unit jaminan mutu. Akibatnya, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta mendirikan dan membentuk unit ini. Namun setalah terbentuk dan didirikan banyak binggung apa yang harus dikerjakan.  Berbagai seminar, workshop, pelatihan tentang penjaminan mutu banyak diikuti tetapi masih belum punya gambaran seperti apa kerja dari unit ini. Studi banding juga dilakukan baik oleh pimpinan perguruan tinggi maupun personil yang ditunjukkan sebagai personil unit penjaminan mutu. Alhasil setelah studi banding ini juga masih binggung, dari mana harus memulainya.

Sistem Penjaminan Mutu merupakan sistem yang terdiri dari tiga unsur yaitu  struktur, proses produk dan alat. Sebuah Perguruan Tinggi membentuk Unit Penjaminan Mutu, tugas utamanya adalah memberi penjaminan proses untuk menghasilkan produk PT tersebut dapat dipertanggungjawabkan di masya-rakat.  Struktur, artinya disini unit organiasasi yang bertugas melakukan jaminan mutu. Produk yang dijamin adalah proses aktifitas lembaga yang menghasilkan jasa pendidikan. Alat, merupakan sistem yang dapat digunakan untuk mengendalikan dan evaluasi  proses agar dapat menghasilkan produk jasa pendidikan yang sesuai dengan janjinya atau persyaratan yang disepakatinya.

Berpijak dari pemahaman tersebut, maka ketika akan membangun sistem penjaminan mutu akan mudah dilakukan. Mulai dari mana? Telah jelas banyak perguruan tinggi telah membentuk unit organisasi penjaminan mutu. Berarti tinggal dua unsure berikutnya yaitu proses produk yang akan di jamin dan alat apa yang akan digunakan untuk menjamin.

Banyak sekali proses yang terjadi diperguruan tinggi. Ada proses pendidikan dan pengajaran. Ada prose’s penelitian dan pengabdian pada masayarakat. Proses mana yang akan kita jamin?. Maka kita melakukan skala prioritas. Karena tidak mungkin kita melakukan semuanya dalam waktu yang bersamaan. Alternatif yang bias dilakukan adalah secara bertahap. Proses utama Perguruan Tinggi adalah proses pendidikan dan pengajaran maka proses ini lebih diutamakan dari proses lainnya.

Setelah proses yang akan dijamin, selanjutnya alat apa yang digunakan untuk menjamin. Alat disini artinya sistem manajemen apa yang digunakan. Sistem manajemen untuk Perguruan Tinggi ada dua yaitu yang by result dan by process. By result, artinya sistem manajemen itu lebih menekankan pada hasilnya bukan pada prosesnya. Artinya, hasil akhirnyalah yang lebih diutamakan. Sistem ini lebih cocok bagi PT yang memiliki mahasiswa kualitas inputnya tinggi (biasanya pilihan pertama). Sedangkan sistem by process lebih cocok untuk PT yang kualitas input mahasiswanya sedang-sedang saja. Untuk yang pertama PTN, sedangkan untuk yang kedua biasanya PTS. Bila menggunakan sistem manajemen yang by process misalnya sistem manajemen mutu ISO 9001.  Sedangkan sistem manajemen by results misalnya malcom baldrige.

Dengan demikian, Perguruan Tinggi yang ingin menerapkan Sistem Penjaminan Mutu harus mempunyai tiga unsur. Pertama, unit lembaga penjamin mutu. Kedua, proses yang akan dijamin mutunya. Ketiga, alat yang digunakan untuk menjamin mutu, yaitu sistem manajemen mutu.  Oleh karena itu, untuk dapat menerapkan sistem penjaminan mutu tahapan yang paling berat adalah membangun sistem manajemen mutu. 

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
You must be logged in to post a comment.