Archive

Archive for December 20th, 2008

Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (1): Unsur-unsur Pembentuknya

December 20th, 2008 No comments

Banyak Perguruan Tinggi mendirikan unit jaminan mutu dengan berbagai macam nama. Ada Lembaga Penjaminan Mutu, Unit Penjaminan Mutu, Kantor Penjaminan Mutu, dan  ada pula Badan Penjaminan Mutu. Unit ini harus ada di Perguruan Tinggi, karena memang tuntutan dari DIKTI. Setiap perguruan tinggi wajib memiliki unit jaminan mutu. Akibatnya, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta mendirikan dan membentuk unit ini. Namun setalah terbentuk dan didirikan banyak binggung apa yang harus dikerjakan.  Berbagai seminar, workshop, pelatihan tentang penjaminan mutu banyak diikuti tetapi masih belum punya gambaran seperti apa kerja dari unit ini. Studi banding juga dilakukan baik oleh pimpinan perguruan tinggi maupun personil yang ditunjukkan sebagai personil unit penjaminan mutu. Alhasil setelah studi banding ini juga masih binggung, dari mana harus memulainya.

Read more...

ISO Bukan Sekedar "Administratif dan Kearsipan"

December 20th, 2008 No comments

Dalam proses bisnis memang diperlukan administrasi dan sistem kearsipan. Namun administrasi dan kearsipan tidak lebih penting dari proses-proses lainnya yang bermuara pada penciptaan surplus dan kepuasan pelanggan. Administrasi dan kearsipan bukannya tidak penting, bukan tidak terkait dengan pelanggan, namun ada hal yang lebih penting dari sekedar administrasi dan kearsipan. Administrasi dan kearsipan dalam manajemen mutu tidak boleh diabaikan, tatapi juga tidak selayaknya organisasi  menghamburkan sumberdaya untuk menata dan administrasi kearsipan. Keduanya harus diposisikan sebagai pendukung proses bisnis. Hal ini memang yang dipersyaratkan dalam ISO 9001.

ISO 9001 merupakan standar manajemen mutu yang relatif cukup baik. ISO 9001 dapat membantu menata proses aktifitas bisnis secara sistematis, terarah dan efektif. Standar yang mengatakan bahwa arsip harus disediakan dan dipelihara untuk memberikan bukti kesesuaian terhadap persyaratan dan keefektifan implementasi sistem manajemen mutu. Arsip harus mudah dipahami dan ditelusuri. Prosedur sistem kearsipan harus dibuat yang menjelaskan tatalaksana identifikasi, penyimpanan, masa retensi dan diposisi.