Home > Manajemen Mutu > "Komat-Kamit"nya Nahkoda, Ya Komitmen

"Komat-Kamit"nya Nahkoda, Ya Komitmen

Menjalankan sistem manajemen mutu memerlukan komitmen dari pucuk pimpinan. Komitmen ini tidak bisa didelegasikan . Komitmen merupakan sikap supportive yang melekat pada diri pimpinan. Ujud sikap komitmen pimpinan ini terdiri dari dua unsur pokok yaitu sikap konsistensi dan sikap konsekuensi. Sesuai dengan tuntutan persyaratan ISO 9001, pimpinan organisasi harus membuktikan komitmennya untuk mengembangkan sistem manajemen mutu, melalukan perbaikan berkelanjutan, mengkomunikasikan kepada karyawan betapa pentingnya kepuasan pelanggan dan ketaatan terhadap persyaratan mutu, menetapkan kebijakan mutu, melalukan tinjauan manajemen dan menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan. Baik sumberdaya berupa finansial maupun non finansial, sumberdaya lainnya. 

Sejak tahap persiapan pucuk pimpinan sudah harus memerankan perannya. Sekalipun organisasi menyewa konsultan tetapi tetap saja diperlukan keterlibahan penuh dari puncuk pimpinan dan jajarannya. Keputusan mengenai substansi sistem tidak bisa diserahkan kepada siapapun apalagi kepada personil yang tidak mempunyai kapasitas untuk pengambil kebijakan dan keputusan untuk itu.

Ibarat Nahkoda kapal, pimpinan adalah yang menentukan arah tujuan, ke mana organisasi akan di bawa. Anggota organisasi lainnya bagaikan anak buah kapal, mereka akan mengikuti perintah nahkodanya. Bagimanapun juga, puncuk pimpinan dan jajarannya tidak bisa tidak, harus terlibat mulai dari perancangan sistem, implementasi dan penyempurnaan sistem yang tidak akan pernah selesai. Kondisi inilah yang  harus tercipta dan biasa disebut  Internal Driven, yang menuju pada kesempurnaan capaian yang lebih baik dan biasa disebut Continual Improvement.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
You must be logged in to post a comment.