Archive

Archive for December 16th, 2008

Mutu Gagal, Salah Siapa ?

December 16th, 2008 No comments

Judul tersebut, bermakna siapakah yang bertanggungjawab terhadap kegagalan implementasi Sistem Manajemen Mutu ? Kalau jawabnya Unit Pengendali Mutu, atau Tim ISO. Atau Gugus Kendali Mutu. Atau Unit Jaminan Mutu, maka pemahaman terhadap mutu belum melekat pada setiap anggota organisasi. Mutu adalah tanggungjawab semua unit dan semua personil pada semua tingkatan dalam organisasi. Bila ada persepsi bahwa unit pengendali mutu adalah unit yang paling bertanggungjawab aas keberhasilan atau kegagalan dalam menjalankan sistem manajemen mutu, itu menandakan belum mapannya pemahaman mengenai konsepsi mutu. Mutu menjadi tanggungjawab bersama dan merupakan program lintas fungsi.

Read more...

Categories: Manajemen Mutu Tags:

Mutu "Bukan Hitam di Atas Putih"

December 16th, 2008 No comments

Mutu tidak tercetak di atas kertas. Tidak pula tertulis di dokumen. Mutu bukan di Manual Mutu. Bukan di Prosedur Mutu. Bukan pula di Instruksi Kerja. Apalagi di WT (dokumen Wewenang dan Tanggungjawab). Membangun mutu tidak cukup hanya membuat aturan hitam diatas putih. Karena mutu tidak terletak di atas kertas, atau dalam manual mutu, dalam prosedur mutu atau dalam instruksi kerja. Namun mutu ada pada manusianya. Mutu ada pada pikiran, emosi dan sikap serta kepribadian seluruh personil organisasi dari bawahan sampai pucuk pimpinan.

Semua bertanggungjawab dan memiliki peran penting dalam mewujudkan mutu. Semua harus ikut memikirkan, bertindak dan bersikap positif sesuai komitmen mutu. Dari semua unsur yang diperlukan untuk mewujudkan mutu, sikap adalah landasan yang paling fundamental. Sikap adalah suatu kecenderungan perilaku manusia. Manusia yang memiliki sikap bertanggungjawab, peduli, responsif, positif, pro aktif , jujur, professional, tetapi juga bisa sebaliknya. Bertanggungjawab adalah sikap utama dan pertama yang harus dikembangkan dalam diri setiap personil organisasi, karena sikap bertanggungjawab akan menjadi akar kokoh bagi mewujudkan komitmen mutu. Sikap bisa merupakan atribut pribadi yang dibawa dari lingkungan keluarga. Bisa juga dibangun melalui pembinaan, dikondisikan, diikat dalam sistem dan dipraktekkan dengan supervisi dan keteladanan pimpinan.

Bila perilaku itu bisa dipraktekkan secara konsisten dan konsekuen akhirnya ia akan berubah menjadi suatu kebiasaan. Bila sudah menjadi kebiasaan ia bisa menjadi budaya dan bila budaya itu semakin kuat, ia menjadi karakter yang melekat pada setiap individu dan akhirnya menjadi karakter organisasi. Mewujudkan mutu dengan karakter akan jauh lebih apresiatif dan efektif karena mutu diciptakan dengan dorongan motivasi instrinsik yang mengandung nilai-nilai idealisme. Karena mutu tumbuh dalam hati kita semua.