Home > Manajemen Mutu > "Jimat Kalimotanyo" Sang Auditor

"Jimat Kalimotanyo" Sang Auditor

Terlalu menyederhanakan proses audit dengan hanya mengirimkan daftar pertanyaan kepada auitee. Itulah realitasnya. Daftar pertanyaan bagaikan "Jimat", dengan berbekal daftar pertanyaan tersebut maka sudah dapat jadi auditor. Alangkah mudahnya bila kegiatan audit hanya membuat daftar pertanyaan lalu dikirimkan ke auditee. Audit seperti ini terlalu dangkal, terlalu menyederhanakan persoalan. Dapatkah audit seperti itu diharapkan memberi banyak nilai? Tentu saja tidak. Karena akan menghasilkan data yang statis (mati). Proses audit tidak sesederhana itu.Audit bukan pekerjaan di balakang meja. Auditor perlu melakukan interaksi dan komunikasi dengan auditee. Berbagai aktivitas yang perlu dilakukan oleh auditor antara lain : mengamati kegiatan, meminta penjelasan, meminta peragaan, menelaah dokumen, membuat daftar periksa, mencari bukti objektif, melakukan periksa silang, mengumpulkan informasi dari luar unit, mengolah data dan menyimpulkannya.

Tugas auditor tidak ringan. Oleh karena itu, auditor internal memerlukan multi dimensi pengetahuan antara lain pemahaman tentang proses-proses aktivitas, manajemen, ISO 9001, pendokumentasian sistem manajemen mutu, pengoperasian sistem manajemen mutu, konsep audit internal, teknik-teknik audit, psikologi audit, dan pembuatan laporan audit dan sebagainya.

Dengan demikian Audit tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang dengan sembarang cara. Audit harus dilakukan oleh personil yang dipersiapkan secara khusus untuk tugas itu sehingga dia memiliki kompetensi yang cukup untuk menjawab tantangan pekerjaan yang penting dan juga sangat sensitif ini.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
You must be logged in to post a comment.